LCBY ART
Peneduh Jiwa yang Lelah
Angin laut berembus pelan, membawa aroma garam yang khas dan suara deburan ombak yang menenangkan. Di pinggir pantai, berdiri sebuah rumah tua yang kokoh namun terlihat damai. Dindingnya yang putih telah sedikit kusam dimakan waktu, namun atap gentengnya yang merah masih tampak cerah. Di depan rumah, tumbuh sebuah pohon rindang dengan daun-daun hijau kekuningan yang memberikan bayangan sejuk.
Di sinilah, di bawah naungan pohon peneduh, aku sering duduk merenung. Rumah ini telah menjadi saksi bisu perjalanan hidupku. Dulu, tempat ini penuh dengan tawa dan canda anak-anak, namun kini hanya menyisakan kenangan indah yang tersimpan rapi dalam ingatan.
Setiap kali aku merasa lelah dengan hiruk pikuk kehidupan kota, aku akan kembali ke sini. Rumah ini adalah tempatku beristirahat, tempat di mana aku bisa menemukan ketenangan dan kedamaian yang sesungguhnya. Di sini, aku bisa melupakan sejenak segala masalah dan beban pikiran yang ada.
Saat malam tiba, aku akan duduk di teras rumah, menikmati keindahan langit yang penuh dengan bintang-bintang. Di kejauhan, terdengar suara deburan ombak yang silih berganti. Suasana yang sunyi dan tenang membuatku merasa seolah-olah waktu berhenti berputar.
Rumah tua ini bukanlah sekadar bangunan biasa, melainkan tempat yang penuh dengan makna bagi diriku. Di sinilah aku menemukan kembali diriku yang sesungguhnya, di sinilah aku menemukan peneduh jiwa yang lelah.